Evakuasi Medis
|
24 Agustus 2025

Bahayakah Sesak Napas pada Ibu Hamil? Segera Lakukan Ini!

By ER Indonesia

Sesak napas pada ibu hamil merupakan hal yang sering terjadi, baik di trimester pertama maupun akhir kehamilan. Pada umumnya, hal ini wajar terjadi, namun sesak napas juga bisa menjadi indikasi atau pertanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.

Sesak napas mengakibatkan rasa tidak nyaman, oleh karenanya perlu penanganan segera.

Apa yang Harus Dilakukan jika Ibu Hamil Sesak Napas?

Jika ibu hamil merasa sesak, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:

1. Atur posisi tidur untuk memberi ruang pada paru-paru

Mengatur posisi tubuh, baik saat tidur, duduk maupun berdiri, dapat membuat posisi rahim menjauh dari diafragma. Dengan demikian, paru-paru akan memiliki ruang untuk bernapas lebih lega.

Pada posisi tidur, ibu dapat menggunakan beberapa bantal untuk menyangga bagian atas tubuh sehingga berada pada posisi setengah duduk. Tidur dengan posisi setengah duduk dapat mengurangi tekanan rahim ke diafragma, karena rahim tertarik gravitasi ke bawah.

2. Duduk atau berdiri dengan tegak

Jika ibu masih merasa sesak saat tidur, ibu dapat mencoba untuk duduk atau berdiri tegak terlebih dahulu. Posisi ini dapat memperluas rongga perut sehingga mengurangi tekanan dari rahim.

Pada posisi duduk atau berdiri, ibu dapat menegakkan postur dan menarik bahu ke belakang. Ibu juga dapat bersandar dengan posisi tetap tegak. Cara demikian dapat memberi ruang lebih paru-paru untuk mengembang saat mengambil napas.

3. Angkat lengan ke atas

Jika posisi tubuh yang baik belum memberikan efek, ibu bisa mengangkat lengan ke atas kepala dan mencoba menarik napas lebih dalam dan perlahan.

Dengan gerakan ini, tulang rusuk akan terangkat, sehingga paru-paru dapat menampung lebih banyak udara yang masuk ke dalam tubuh.

4. Lakukan teknik pernapasan

Jika sesak napas masih belum berkurang, ibu dapat melakukan teknik pernapasan. Teknik pernapasan dapat membuat tubuh lebih rileks dan mendapat udara lebih banyak.

Misalnya saja pada teknik lamaze, pernapasan akan dikontrol secara sadar dan pikiran fokus pada satu objek. Teknik ini akan membantu ibu bernapas lebih teratur, perlahan dan efektif.

5. Mencoba untuk tenang dan tidak panik

Meskipun membuat tidak nyaman, sesak napas merupakan hal yang wajar terjadi karena adanya perubahan pada tubuh ibu saat hamil. Oleh karena itu, ibu tidak perlu panik. Kepanikan akan membuat otot-otot menjadi tegang sehingga membuat tubuh semakin sulit untuk bernapas.

Meski demikian, ibu perlu waspada jika gejala sesak napas diperparah dengan gejala lain yang mengkhawatirkan. Jangan ragu untuk mencari pertolongan medis jika sesak napas tidak bisa diatasi dengan cara-cara di atas.

Kapan Harus ke Rumah Sakit?

Meskipun sesak napas merupakan hal yang sering terjadi dalam masa kehamilan, namun ibu tetap perlu waspada karena bisa jadi hal tersebut merupakan gejala gangguan kesehatan yang serius.

Berikut beberapa gejala sesak napas pada ibu hamil yang perlu diwaspadai dan perlu pertolongan medis segera:

  • Sesak napas secara tiba-tiba;
  • Disertai dengan detak jantung yang cepat;
  • Bibir dan jari membiru atau pucat;
  • Mengalami batuk secara terus menerus, bahkan hingga batuk darah;
  • Tubuh demam dan menggigil;
  • Merasakan nyeri pada dada;
  • Kehilangan kesadaran setelah beraktivitas berat.

Jika gejala di atas terjadi, segera bawa ibu hamil ke rumah sakit terdekat atau panggil ambulans untuk mendapat pertolongan medis sesegera mungkin.

Segera hubungi ER Indonesia jika Anda membutuhkan evakuasi medis darurat atau panggil ambulans!

Penyebab Sesak Napas pada Ibu Hamil

Pada umumnya, gejala ini sering terjadi pada ibu hamil sehingga perlu diwaspadai dan diantisipasi. Berikut beberapa penyebab sesak napas pada ibu hamil:

1. Perkembangan rahim sehingga menekan diafragma

Pada ibu hamil, rahim akan membesar sehingga menekan diafragma yang ada di atasnya. Hal ini akan menjadi semakin berat jika ibu mengandung anak kembar atau volume cairan ketuban terlalu banyak.

Kondisi ini menyebabkan paru-paru tidak punya ruang yang cukup untuk bernapas secara normal karena diafragma tidak dapat mengembang maksimal.

2. Perubahan kadar hormon progesteron

Hormon progesteron mempengaruhi kinerja paru-paru dan menstimulasi pusat pernapasan di bagian otak. Saat hamil, hormon ini diproduksi lebih banyak untuk membuat tubuh mendapat oksigen lebih banyak karena ibu perlu memberi oksigen pada janin juga.

3. Adanya masalah kesehatan lainnya

Sesak napas pada ibu hamil tidak hanya disebabkan oleh kehamilan. Ibu juga bisa sesak napas karena memiliki masalah kesehatan, seperti:

  • Asma;
  • Pneumonia;
  • Emboli paru;
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi;
  • Anemia;
  • Penyakit jantung, misalnya kardiomiopati peripartum;
  • Kenaikan berat badan yang berlebihan;
  • Polihidramnion (carian ketuban berlebih).

Cara Mencegah Sesak Napas pada Ibu Hamil

Meskipun wajar terjadi, sesak napas dapat dikurangi dengan melakukan hal berikut:

1. Rutin melakukan olahraga ringan

Melakukan olahraga ringan sangatlah baik untuk ibu hamil. Olahraga dapat membantu tubuh untuk tetap bugar serta memperlancar sirkulasi darah.

Meski demikian, hindari olahraga berat. Indikasi jika olahraga terlalu berat untuk ibu hamil adalah ibu tidak bisa berbicara dengan nyaman dan tanpa sesak napas saat melakukannya.

Olahraga yang aman dilakukan oleh ibu hamil misalnya adalah berjalan kaki, berenang, atau yoga.

2. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Makanan bergizi sangat diperlukan oleh ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Meski banyak nutrisi yang dibutuhkan ibu, namun ibu juga perlu menghindari makanan yang mengandung lemak dan gula berlebih.

Maka dari itu, ibu perlu makanan bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya tanpa membuat berat badan bertambah dengan berlebihan. Berat badan berlebihan merupakan salah satu pemicu sesak napas.

3. Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Cairan tubuh sangatlah mempengaruhi fungsi sel dalam tubuh. Jika tubuh mengalami dehidrasi, sesak napas dapat terjadi.

Oleh karenanya, minum air mineral secara berkala untuk memastikan kebutuhan cairan terpenuhi. Selain itu, ibu juga sebaiknya menghindari minuman bersoda, kafein, dan alkohol karena bersifat diuretik.

4. Beraktivitas dengan tidak terburu-buru

Meskipun sedang hamil, ibu juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Dalam melakukan aktivitas, usahakan ibu melakukannya dengan rileks dan tidak memaksakan diri.

Kondisi pikiran yang terburu-buru dapat membuat sesak napas lebih mudah terjadi. Jika sesak napas menyerang, cobalah untuk beristirahat sejenak dari aktivitas, dan mencoba untuk menenangkan pikiran.

Lakukan Upaya Pencegahan Sesak Napas pada Ibu Hamil Sejak Dini

Penanganan yang tepat sangatlah penting dalam mengatasi sesak napas pada ibu hamil. Meski demikian, ibu bisa mencegah dan mengurangi risiko terjadinya sesak napas dengan rutin berolahraga, makan dan minum yang teratur dan bergizi, serta beraktivitas dengan tidak terburu-buru.

Selain itu, ada baiknya Anda menyimpan kontak penyedia pertolongan medis darurat di ponsel Anda untuk berjaga-jaga jika mengalami kondisi darurat.

Emergency Response Indonesia merupakan penyedia layanan evakuasi dan pertolongan medis yang siap menangani kondisi gawat darurat dimanapun dan kapanpun selama 24/7.

Segera hubungi Tim ER Indonesia atau kunjungi halaman layanan evakuasi medis untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Lainnya