Apa Itu Berat Badan Lahir Rendah?
Pada saat lahir, bayi neonatal (baru lahir) dapat memiliki berat badan di bawah dari normal. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah kondisi dimana bayi memiliki berat badan kurang dari 2.500 gram atau 2,5 kilogram.
Ada beberapa jenis BBLR berdasarkan berat badan bayi, yaitu:
- Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), yaitu bayi yang memiliki berat badan 1.500 – 2.500 gram
- Berat Badan Lahir Sangat Rendah (BBLSR), yaitu bayi dengan berat badan 1.000 – 1.500 gram
- Berat Badan Lahir Amat Sangat Rendah (BBLASR), yaitu bayi dengan berat badan di bawah 1.000 gram.
Pada umumnya, BBLR bisa terjadi pada bayi yang lahir kurang bulan (prematur). Semakin muda usia kandungan saat bayi lahir, maka berat badan bayi cenderung semakin rendah.
Meski begitu, tidak semua bayi prematur memiliki berat badan yang rendah. Bayi yang cukup bulan juga dapat mengalami berat badan rendah.
Gejala Berat Badan Lahir Rendah
Kondisi kurangnya berat badan ini perlu diwaspadai dan segera ditangani secara intensif. Berikut beberapa gejala yang bisa diperhatikan pada bayi neonatal:
- Berat badan bayi saat lahir kurang dari 2.500 gram
- Memiliki ukuran kepala yang besar dibanding badan bayi
- Ukuran fisik bayi lebih kecil dan kurus dari bayi yang normal karena kurangnya lemak.
Dampak Berat Badan Lahir Rendah pada Bayi
Bayi dengan kondisi BBLR lebih rentan terserang penyakit dan infeksi. Semakin rendah berat bayi neonatal, semakin tinggi juga risiko kesehatan yang dihadapi bayi.
Berikut beberapa komplikasi yang dapat terjadi karena BBLR:
- Tubuh bayi tidak dapat mengontrol suhu tubuh dengan baik
- Gangguan pada fungsi penglihatan dan pendengaran bayi
- Mengalami infeksi karena sistem kekebalan tubuh lemah
- Mengalami hipoglikemia atau kadar glukosa rendah
- Kelebihan sel darah merah yang membuat darah mengental
- Kadar oksigen dalam tubuh bayi rendah
- Masalah pada sistem pernapasan dan pencernaan bayi
- Adanya gangguan perkembangan organ tubuh dan sistem saraf
- Sudden infant death syndrome atau sindrom kematian bayi mendadak.
Kapan Harus ke Rumah Sakit
Kondisi berat badan lahir rendah memerlukan penanganan dan perawatan secara intensif. Oleh karenanya, bayi perlu dirawat di ruang perawatan intensif khusus bayi neonatal atau Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Jika bayi tidak lahir di rumah sakit dan menunjukkan gejala BBLR di atas, maka segera bawa bayi ke rumah sakit yang memiliki fasilitas ruang NICU.
Kecepatan dan ketepatan penanganan sangatlah penting dalam menangani bayi BBLR. Segera bawa bayi BBLR menggunakan ambulans NICU atau Neonatal Transport.
Segera hubungi ER Indonesia jika Anda membutuhkan evakuasi medis darurat atau panggil ambulans!
Neonatal Transport / Ambulance NICU

Neonatal transport / ambulance NICU adalah ambulans khusus bayi neonatal maupun anak dengan kondisi gawat darurat medis. Ambulans ini dilengkapi dengan peralatan berstandar fasilitas NICU, seperti inkubator portable, ventilator, monitor tanda vital, dan lain sebagainya.
Tim medis ER Indonesia juga memiliki keahlian dan pengalaman dalam evakuasi medis bayi neonatal.
Perawatan Bayi yang Memiliki Berat Badan Rendah
Bayi dengan berat badan di bawah normal perlu dirawat secara intensif sesuai dengan tingkat keparahan, usia kandungan saat hamil, dan kondisi kesehatan bayi.
Bayi dengan kondisi ini pada umumnya perlu dirawat di ruang NICU, terutama jika bayi lahir secara prematur atau mengalami komplikasi yang membahayakan. Di ruang NICU, bayi akan diletakkan di inkubator yang steril, memiliki pengatur suhu, dan akan dimonitor tanda-tanda vitalnya.
Bayi akan diberi asupan nutrisi yang cukup agar berat badannya dapat bertambah. Sumber nutrisi yang disarankan adalah air susu ibu (ASI). Jika kondisinya memungkinkan, bayi dapat menerima ASI secara langsung dari ibu agar terjadi kontak antara kulit bayi dengan Ibu.
Namun, jika tidak memungkinkan, maka asupan nutrisi dapat diberikan melalui feeding tubes dari mulut atau hidung langsung ke perut. Bisa juga bayi mendapat nutrisi dari infus intravena yang langsung terhubung ke pembuluh darah.
Bayi baru diperbolehkan untuk pulang jika komplikasi sudah teratasi, berat badannya sudah mencapai target, dan bayi dapat menyusu langsung dari ibu secara normal. Setelahnya, bayi perlu melakukan kontrol rutin ke dokter untuk memastikan kondisinya.
Penyebab Berat Badan Lahir Rendah
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kondisi berat badan lahir rendah pada bayi, yaitu:
- Kelahiran prematur.
Di dalam kandungan, bayi bertumbuh pesat di minggu-minggu akhir. Oleh karenanya, jika bayi lahir prematur, maka bayi tidak mendapat cukup waktu untuk bertumbuh dengan sempurna. - Intrauterine growth restriction (IUGR).
IUGR adalah keadaan bayi yang tidak bertumbuh dengan baik selama berada di dalam kandungan. Hal ini umumnya disebabkan oleh adanya masalah pada kesehatan ibu atau bayi pada masa kehamilan. - Kurangnya gizi ibu saat hamil.
Asupan gizi ibu sangatlah berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayi yang dikandungnya. Kenaikan berat badan ibu yang terlalu sedikit dapat mengakibatkan bayi mengalami BBLR. - Usia ibu yang terlalu muda atau tua saat hamil.
Ibu yang hamil saat berumur di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun berisiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan kondisi BBLR. - Bayi yang dikandung kembar.
Pada bayi kembar, ruang di dalam rahim tidak cukup besar untuk tiap janin. Oleh karenanya, pertumbuhan bayi kembar akan terhambat. - Ibu mengalami masalah kesehatan saat mengandung.
Beberapa masalah kesehatan yang bisa mengakibatkan BBLR adalah:- Riwayat melahirkan bayi BBLR sebelumnya
- Terserang penyakit infeksi saat hamil, seperti HIV, listeria, dan toxoplasmosis.
- Ibu terpapar asap rokok atau mengonsumsi alkohol dan narkotika saat hamil
- Ibu mengalami depresi atau cemas berlebihan.
Bagaimana Cara Mencegahnya?
Berat badan lahir rendah sebaiknya dicegah sejak dini karena dapat membahayakan bayi. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah BBLR:
- Melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin ke dokter kandungan
- Menghindari asap rokok, alkohol, dan narkotika
- Memastikan asupan nutrisi ibu dan janin tercukupi selama kehamilan
- Mengelola emosi ibu dengan baik
Segera Tangani BBLR Sesegera Mungkin
BBLR merupakan kondisi yang perlu ditangani dengan segera. Bayi perlu untuk dirawat di ruangan NICU untuk mendapatkan perawatan secara intensif. Namun, tidak semua rumah sakit memiliki fasilitas NICU.
ER Indonesia menyediakan layanan ambulans khusus bayi berupa neonatal transport / NICU ambulance. Ambulans kami telah didukung dengan fasilitas perawatan intensif, seperti peralatan medis lengkap, obat-obatan serta tim medis berpengalaman dan terlatih dalam melakukan evakuasi medis darurat.
Dengan begitu, keadaan bayi tetap terjaga selama proses perpindahan menuju fasilitas kesehatan yang memiliki ruangan NICU sesuai dengan kebutuhan.
Kunjungi halaman layanan ER Indonesia untuk informasi berbagai layanan evakuasi medis darurat lebih lanjut.












