NICU PICU
|
24 Agustus 2025

Apa itu Hipoglikemia pada Bayi? Gejala, Penyebab, Penanganan

By ER Indonesia

Hipoglikemia pada bayi atau hipoglikemia neonatus adalah kondisi kadar gula darah yang terlalu rendah di bawah nilai normal yang terjadi dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran.

Secara umum, kadar gula bayi neonatal (baru lahir) yang rendah adalah hal yang normal. Biasanya kadar gula bayi akan kembali normal setelah beberapa jam. Namun, jika tidak kunjung membaik, maka bayi membutuhkan perawatan khusus di Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Glukosa sangatlah penting bagi tubuh karena menjadi sumber energi bagi otak dan organ lainnya. Pada umumnya, bayi mendapatkan glukosa dari plasenta saat belum dilahirkan, dan dari ASI atau susu formula setelah lahir.

Dilansir dari Medscape, batas bawah kadar glukosa normal bayi neonatal adalah 30 mg/dL pada 24 jam pertama setelah dilahirkan, dan 45 mg/dL setelahnya. Jika berada dibawah batas bawah tersebut, maka bayi akan menunjukkan gejala hipoglikemia.

Gejala Hipoglikemia pada Bayi

Selain ditandai dengan kadar gula yang dibawah normal, hipoglikemia memiliki beberapa gejala lain. Gejala yang ditunjukkan pada bayi yang menderita hipoglikemia adalah:

  • Terlihat lemas dan tidak aktif bergerak
  • Tidak mau menyusu
  • Bersuhu tubuh rendah
  • Muntah
  • Kulit, bibir, dan kuku pucat dan membiru (sianosis)
  • Mengalami sesak napas atau berhenti napas (apnea)
  • Mengalami tremor, gemetaran, berkeringat, hingga kejang-kejang
  • Otot kendur

Jika bayi Anda mengalami gejala di atas, ada kemungkinan bayi mengalami hipoglikemia. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan tindakan penanganan yang perlu dilakukan.

Penyebab Hipoglikemia pada Bayi

Beberapa penyebab terjadinya hipoglikemia pada bayi adalah:

  • Kurangnya asupan nutrisi saat bayi dalam kandungan
  • Tidak mendapat glukosa yang cukup dari susu
  • Mengalami infeksi
  • Penyakit metabolik bawaan (fenilketonuria)
  • Adanya insulin yang berlebihan di dalam tubuh bayi. Insulin adalah hormon yang menarik glukosa dari darah.
  • Tubuh bayi menggunakan glukosa lebih banyak daripada yang dihasilkan tubuh dan diterima dari asupan susu
  • Gangguan organ hati, sehingga tubuh tidak dapat menghasilkan cukup glukosa
  • Gangguan sistem pernapasan yang mengakibatkan kurangnya oksigen (asfiksia lahir)

Faktor Risiko Hipoglikemia Neonatus

Selain penyebab di atas, ada beberapa faktor dari ibu yang dapat meningkatkan risiko bayi mengalami hipoglikemia sebagai berikut:

  • Ibu merokok dan menderita diabetes
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti terbutalin dan propanolol
  • Mendapatkan glukosa intravena saat proses persalinan

Sedangkan dari sisi bayi, ada beberapa faktor juga yang bisa meningkatkan risiko hipoglikemia neonatus sebagai berikut:

  • Bayi berukuran terlalu besar atau kecil saat di dalam kandungan
  • Bayi lahir kurang bulan (prematur) atau lebih bulan
  • Mengalami stress saat di dalam kandungan dan saat dilahirkan

Apakah Hipoglikemia Bisa Disembuhkan?

Ya, hipoglikemia dapat disembuhkan meskipun terkadang memerlukan waktu hingga berhari-hari. Penyakit ini perlu segera ditangani agar tidak menyebabkan berbagai masalah seperti gangguan pernapasan.

Cara Mengatasi Hipoglikemia pada Bayi

Berikut cara mengatasi hipoglikemia pada bayi:

  • Menambah asupan glukosa bayi melalui ASI atau susu formula
  • Meningkatkan produksi ASI jika diperlukan
  • Memberikan larutan glukosa pada bayi melalui infus intravena
  • Pemberian obat untuk meningkatkan kadar gula tubuh
  • Jika hipoglikemia yang terjadi sangat berat, bisa dilakukan pengangkatan bagian pankreas.

Perawatan tersebut akan terus diawasi hingga bayi memiliki kadar glukosa pada tingkat normal secara stabil. Perawatan ini bisa berlangsung dalam hitungan jam maupun hari, tergantung dari kondisi bayi.

Segera Tangani Hipoglikemia Sedini Mungkin

Hipoglikemia pada bayi merupakan penyakit yang perlu ditangani sesegera mungkin. Jika keadaannya berat, bayi perlu untuk dirawat di ruangan NICU untuk mendapatkan perawatan secara intensif. Namun, tidak semua rumah sakit memiliki fasilitas NICU.

ER Indonesia menyediakan layanan ambulans khusus bayi berupa neonatal transport / NICU ambulance. Ambulans kami telah didukung dengan fasilitas perawatan intensif, seperti peralatan medis lengkap, obat-obatan hingga tim medis berpengalaman dan terlatih dalam melakukan evakuasi medis darurat.

Dengan begitu, keadaan bayi tetap terjaga selama proses perpindahan menuju fasilitas kesehatan yang memiliki ruangan NICU sesuai dengan kebutuhan.

Kunjungi halaman layanan ER Indonesia untuk informasi berbagai layanan evakuasi medis darurat lebih lanjut.

Telah ditinjau oleh: dr. Rilie Armeilia, Sp.A
Terakhir diperbarui pada 26 September 2022

Artikel Lainnya