Apa yang Dimaksud dengan NICU?
Neonatal Intensive Care Unit atau disingkat NICU adalah ruangan perawatan intensif yang digunakan khusus untuk merawat pasien bayi neonatal yang mengalami gangguan kesehatan dan komplikasi yang serius. Pada ruangan ini, pasien akan dirawat dan diawasi oleh tim medis yang terlatih, obat-obatan dan peralatan medis yang lengkap.
Apa itu Neonatal?
Neonatal adalah sebutan untuk bayi yang baru lahir dengan usia 0 – 28 hari atau di bawah 2 minggu.
Apa Perbedaan NICU dan PICU?
Meskipun mirip dengan NICU, Pediatric Intensive Care Unit atau PICU adalah ruangan perawatan intensif yang digunakan untuk merawat pasien anak dan bayi yang sudah melewati usia neonatal. Meski demikian, ruang PICU tetap didukung dengan tim medis dan peralatan medis yang lengkap.
Fasilitas dan Peralatan Medis Standar Ruangan NICU

Untuk bisa memberikan perawatan intensif pada bayi neonatal, ruangan NICU perlu dilengkapi dengan berbagai peralatan medis standar, seperti alat berikut ini:
1. Incubator
Inkubator NICU adalah alat berbentuk kotak atau boks yang digunakan untuk tempat tidur bayi. Alat ini terbuat dari material plastik yang tebal, keras dan transparan.
Di bagian sisi alat ini terdapat dua lubang yang memungkinkan dokter dan perawat menyentuh bayi tanpa mengeluarkannya dari inkubator.
Fungsi dari inkubator adalah untuk menjaga bayi agar suhu tubuhnya stabil dan terlindungi dari virus atau bakteri penyebab infeksi.
2. Infant Warmer / Penghangat bayi
Infant Warmer merupakan alat yang digunakan untuk menghangatkan suhu di dalam inkubator agar temperatur bayi tetap stabil.
Alat ini sangat bermanfaat dalam menangani bayi prematur. Hal ini dikarenakan bayi yang prematur berisiko mengalami hipotermia karena jaringan lemaknya yang masih belum sempurna.
3. Phototherapy / Alat Terapi Sinar
Phototherapy merupakan alat terapi yang digunakan pada bayi yang menderita penyakit kuning. Penyakit kuning disebabkan oleh tingginya tingkat bilirubin dalam tubuh bayi.
Dengan menggunakan alat phototherapy, bilirubin dikeluarkan dari tubuh bayi melalui urin sehingga bayi bisa sembuh dari penyakit kuning.
4. Monitor Tanda Vital
Bayi yang dirawat di ruangan NICU perlu dipantau dengan teliti. Oleh karenanya, diperlukan monitor yang dapat menampilkan berbagai tanda vital, seperti denyut jantung, tekanan darah, suhu tubuh, kadar oksigen, dan pernapasan bayi.
Untuk dapat menampilkan tanda-tanda vital, monitor perlu didukung oleh beberapa alat seperti:
- Temperature Probe yang digunakan untuk mengukur suhu tubuh bayi
- Blood Pressure yang berfungsi untuk mengukur tekanan darah
- Chest Leads yang berfungsi untuk mengukur detak jantung dan nafas bayi
- Pulse Oximetry yang berfungsi untuk mengukur kadar oksigen.
5. Feeding Tubes / Selang Makanan
Feeding tube atau selang makanan merupakan alat bantu untuk menyalurkan asupan gizi seperti ASI atau susu formula untuk memastikan kebutuhan gizi bayi tetap terjaga.
Selang ini dimasukkan dari mulut atau hidung menuju ke perut bayi.
6. Selang Infus
Selang infus adalah alat yang berfungsi untuk menyalurkan cairan maupun obat ke dalam pembuluh darah bayi. Ada beberapa jenis selang infus berdasarkan jumlah cairan yang perlu dimasukkan ke dalam tubuh.
Jika bayi hanya membutuhkan cairan dan obat yang sedikit, maka bisa menggunakan kateter intravena yang biasanya dimasukkan melalui pembuluh darah di kaki atau tangan.
Namun, jika bayi membutuhkan cairan atau obat yang banyak, maka selang infus akan dimasukkan melalui pembuluh darah yang lebih besar, yang berada di leher, selangkangan, atau dada.
7. Ventilator
Ventilator merupakan alat yang membantu pernapasan bayi. Alat ini dihubungkan ke selang napas bersifat invasif yang mengarah ke saluran pernapasan melalui mulut atau hidung.
Alat ini berfungsi untuk mendukung pernapasan bayi yang mengalami gangguan pernapasan, seperti adanya masalah pada paru-paru bayi.
8. Continuous Positive Airway Pressure (CPAP)
Continuous Positive Airway Pressure merupakan alat bantu pernapasan yang digunakan untuk menangani bayi yang sulit bernapas namun masih bisa bernapas sendiri.
CPAP terdiri dari motor mesin yang meniupkan udara, pipa yang menyalurkan udara dari motor mesin, dan masker wajah yang menyalurkan udara ke pasien melalui hidung.
Tenaga Kesehatan di Ruangan NICU
Selain fasilitas dan peralatan yang lengkap, ruangan NICU juga didukung dengan tenaga kesehatan yang ahli dalam menangani pasien bayi neonatal.
Berikut tenaga kesehatan yang mendukung perawatan neonatal:
- Dokter spesialis anak yang memiliki keahlian neonatologi (penanganan bayi baru lahir)
- Dokter spesialis lainnya yang dapat membantu perawatan pasien.
- Perawat yang sudah terlatih dalam mendampingi dan memonitor tanda vital pasien.
- Petugas lainnya yang dapat membantu perawatan pasien, seperti petugas laboratorium dan fisioterapis.
Alasan Kenapa Bayi Bisa Masuk Ruangan NICU
Kelahiran merupakan langkah pertama bayi menghadapi dunia di luar kandungan Ibu. Namun, sayangnya tidak semua bayi dilahirkan dengan kondisi yang sehat sempurna.
Ada beberapa penyebab bayi neonatal harus dirawat di ruangan NICU. Berikut beberapa kriteria bayi yang diperlukan perawatan di NICU:
- Bayi lahir prematur atau lebih cepat dari waktu seharusnya (37 minggu)
- Mengalami masalah dalam proses kelahiran/persalinan
- Mengalami sesak napas yang berat dan merintih saat lahir
- Bayi yang lahir dengan berat badan yang rendah (kurang dari 2,5 kilogram) atau berat badan yang tinggi (lebih dari 4 kilogram) dengan adanya penyulit lain
- Mengalami cacat bawaan berat, seperti kelainan jantung bawaan
- Mengalami kejang karena kurangnya oksigen
- Mengalami infeksi virus atau bakteri atau sepsis.
Selain kriteria di atas, bayi yang terlihat memiliki tanda-tanda gangguan kesehatan juga perlu dirawat dan diawasi dengan ketat.
Gangguan Kesehatan Bayi Neonatal

Berikut adalah gangguan kesehatan yang membuat bayi harus dirawat secara intensif di ruangan NICU:
1. Anemia
Anemia adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan sel darah merah karena kadar zat besi di dalam tubuh yang terlalu rendah.
Dilansir dari situs MedlinePlus, Kadar hemoglobin normal pada bayi baru lahir adalah 14 – 24 g/dL atau 140 – 240 g/L.
Penyebab anemia pada bayi neonatal adalah:
- Tingkat produksi sel darah merah yang rendah
- Kehilangan banyak darah
- Bayi lahir prematur
- Bayi kembar
- Ibu dengan riwayat pendarahan saat proses kelahiran/persalinan
- Kurangnya kadar zat besi di dalam tubuh
Beberapa gejala anemia pada bayi neonatal adalah:
- Kulit pucat
- Tali pusar dan kulit bayi berwarna kuning
- Sulit menyusu
- Bayi terlihat lemas
- Jantung berdetak cepat.
2. Neonatal Respiratory Distress Syndrome
Neonatal Respiratory Distress Syndrome atau NRDS, yang merupakan gangguan sistem pernapasan yang disebabkan oleh paru-paru yang belum tumbuh dan berfungsi dengan sempurna.
Gejala yang ditunjukan oleh bayi yang menderita NRDS adalah:
- Bayi bernapas dengan cepat dan dangkal/pendek
- Warna kulit berubah, terutama pada jari tangan, kaki, dan bibir.
- Kulit diatas tulang rusuk tertarik saat bernapas
- Terjadi pelebaran lubang hidung pada tiap napas
3. Apnea
Apnea merupakan gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur, dimana bayi berhenti bernapas kurang lebih 15 hingga 20 detik, biasanya terjadi pada bayi prematur.
Ada beberapa hal yang menjadi penyebab apnea of prematurity, seperti:
- Perubahan suhu tubuh yang mendadak
- Gangguan pada saluran pernapasan
- Kadar gula atau kalsium yang tidak normal di dalam darah
- Asam lambung naik atau refluks
- Terjadi perdarahan di otak
Gejala dari sleep apnea adalah:
- Rendahnya kadar oksigen (saturasi) dalam tubuh
- Jantung berdetak lambat
- Bibir dan kulit bayi membiru
4. Persistent Pulmonary Hypertension of the Newborn (PPHN)
Persistent Pulmonary Hypertension of the Newborn (PPHN) atau Hipertensi Pulmonal Persisten pada bayi baru lahir adalah kondisi dimana bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup setelah lahir karena terlalu banyaknya tekanan di pembuluh darah yang menuju ke paru-paru.
Sebelum hamil, bayi mendapatkan oksigen dari plasenta Ibu, sehingga pembuluh darah yang menuju ke paru-paru masih tertutup. Pada penderita PPHN, pembuluh darah ini tidak terbuka dengan sempurna setelah lahir, sehingga mengakibatkan tekanan darah tinggi.
Gejala dari PPHN yang terlihat dalam beberapa jam setelah bayi lahir adalah :
- Detak jantung cepat
- Saturasi oksigen secara keseluruhan rendah
- Saturasi oksigen di kaki lebih rendah daripada di pergelangan tangan kanan
- Tekanan darah rendah
- Bibir dan kulit di sekitar mulut membiru
5. Pneumonia Neonatal
Pneumonia Neonatal adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada paru-paru bayi yang baru lahir. Penyakit ini termasuk penyakit yang berbahaya bagi bayi yang baru lahir.
Beberapa penyebab pneumonia neonatal adalah:
- Bayi lahir prematur
- Bayi terinfeksi HIV atau campak
- Air ketuban ibu pecah lebih dini
- Terdapat infeksi di jalan lahir bayi
- Ibu mengalami obesitas, merokok, atau mengonsumsi antibiotik saat hamil.
6. Neonatal Jaundice atau Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir
Neonatal Jaundice atau Penyakit Kuning pada bayi baru lahir adalah penyakit yang disebabkan organ hati yang belum berfungsi dengan sempurna sehingga kadar bilirubin dalam darah terlalu banyak. Batas atas kadar normal bilirubin pada bayi baru lahir adalah 5 mg/dL.
Gejala yang ditunjukkan dari penderita penyakit kuning adalah
- Warna kulit, bagian putih mata, dan lapisan dalam mulut berubah menjadi kuning.
- Demam
- Urin berwarna gelap
- Muntah
- Perut dan tungkai membengkak
7. Hipoglikemia
Hipoglikemia adalah kondisi dimana kadar glukosa di dalam tubuh dibawah batas normal. Dilansir dari situs Medscape, batas bawah normal kadar glukosa pada bayi yang baru lahir adalah 30 mg/dL untuk 24 jam pertama, dan 45 mg/dL untuk selanjutnya.
Glukosa merupakan sumber energi utama bagi otak dan tubuh, sehingga hipoglikemia dapat menyebabkan kerusakan fungsi otak jika tidak segera ditangani. Meski begitu, kadar glukosa rendah sesaat setelah lahir adalah hal normal karena bayi masih dalam proses transisi dari kondisi di dalam rahim ke luar rahim.
Berikut beberapa penyebab terjadinya hipoglikemia pada bayi baru lahir:
- Ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil
- Ibu menderita diabetes
- Ibu mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti terbutaline
- Bayi tidak mendapat asupan glukosa yang cukup setelah lahir
- Golongan darah ibu dan bayi yang tidak cocok
- Rendahnya kadar oksigen bayi saat lahir (asfiksia)
Gejala yang ditunjukkan oleh bayi yang menderita hipoglikemia adalah:
- Tubuh gemetar
- Bibir dan kulit pucat
- Mengalami hipotermia atau suhu tubuh rendah
- Lemas dan tidak berenergi
- Tidak tertarik untuk menyusu
- Kejang
Faktor Risiko dari Ibu
Selain gangguan dan kelainan yang terjadi pada bayi, kondisi Ibu juga dapat meningkatkan risiko bayi harus dirawat di NICU. Berikut faktor risiko dari Ibu:
- Kecanduan minuman keras atau narkotika
- Memiliki riwayat penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit menular seksual, atau penyakit auto imun
- Usia Ibu saat melahirkan di bawah 16 tahun atau di atas 40 tahun
- Mengandung bayi kembar
- Mengalami pendarahan yang sangat banyak
- Jumlah air ketuban terlalu banyak atau terlalu sedikit
- Cairan ketuban pecah terlalu awal
- Ibu terdapat infeksi, demam/keputihan, infeksi saluran kemih.
Faktor Risiko dari Proses Persalinan
Selain gangguan dan kelainan yang terjadi pada ibu dan bayinya, proses persalinan ternyata juga bisa meningkatkan risiko bayi harus dirawat di NICU. Berikut faktor risiko dari proses persalinan:
- Bayi lahir dengan posisi sungsang atau terlilit tali pusar
- Meconium atau cairan ketuban kental
- Kondisi bayi kekurangan oksigen.
Peraturan yang Harus Ditaati di Ruangan NICU
Bayi sangatlah sensitif dengan kondisi sekitarnya. Oleh karenanya, ruangan NICU perlu dijaga agar tetap steril dengan cara membatasi orang yang diperbolehkan masuk dan menjaga kebersihan semaksimal mungkin.
Berikut beberapa peraturan umum di ruangan NICU:
- Selain tenaga kesehatan yang bertugas, yang diperbolehkan untuk masuk hanyalah orang tua dari bayi.
- Sedangkan untuk pengunjung lain yang berkepentingan bisa masuk dalam waktu yang sudah ditentukan dan jumlah pengunjung yang sangat dibatasi.
- Setiap orang yang masuk ke dalam ruangan ini diharuskan untuk menggunakan pakaian khusus yang steril, masker, dan sarung tangan.
- Sebelum memasuki ruangan, pengunjung akan diminta untuk mencuci tangan terlebih dahulu.
- Pengunjung dilarang membawa barang-barang yang tidak penting seperti makanan, botol minuman, dan sebagainya.
Neonatal Transport / NICU Ambulance ER Indonesia

Kondisi gawat darurat pada bayi neonatal bisa terjadi dengan tiba-tiba dan dimana saja. Sayangnya, tidak semua rumah sakit memiliki fasilitas ruang NICU yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan pasien. Maka dari itu, diperlukan adanya alat transportasi khusus untuk memindahkan bayi neonatal.
Ambulans neonatal harus dilengkapi dengan peralatan dan tenaga kesehatan yang sesuai dengan standar NICU karena bayi memerlukan perawatan intensif.
Neonatal Emergency Transport ER Indonesia menyediakan ambulans yang memiliki inkubator portable yang dilengkapi dengan ventilator dan monitor yang terintegrasi. Dengan begitu, pasien bayi tetap didukung sepenuhnya selama proses perpindahan.
Tidak hanya mobil ambulans, ER Indonesia juga menyediakan ambulans dalam bentuk helikopter dan pesawat yang juga berstandar NICU tergantung dari kondisi bayi dan jarak yang ditempuh.
Segera hubungi ER Indonesia untuk informasi lebih lanjut mengenai transportasi ambulans NICU / neonatal atau layanan evakuasi medis lainnya.
Telah ditinjau oleh: dr. Rilie Armeilia, Sp.A
Terakhir diperbarui pada 21 September 2022












